Si Kuda Yang Ingin Bebas

           Di sebuah peternakan kuda milik Hang Jebat dan istrinya Dang Shinta, ada seekor kuda yang bernama Meakness. Ia adalah seekor kuda jantan, yang memiliki rambut panjang berwarna coklat muda dan bulu berwarna coklat tua. Ia memiliki tanda lahir putih di wajahnya yang sangat keren. Meakness adalah anak dari Sang Pimpinan yang perkasa bernama Blackberg. Blackberg merupakan kuda hitam yang berbadan besar, gagah, perkasa. Ia memiliki rambut halus yang pendek berwarna sama dengan bulunya yaitu hitam gelam bersinar. Meakness juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Camelias. Camelias mempunya ciri ciri yang sama dengan ayahnya. Tetapi ia memiliki rambut yang lebih panjang. Sedangkan ibunya Meakness bernama Beauty mempunyai ciri ciri yang sama dengan Meakness. Keluarga mereka adalah keluarga terlama yang berada di peternakan mereka. Kakek buyut Meakness merupakan kuda milik si peternak yang memiliki peternakan ini. Keluarga mereka memiliki julukan "Black and Brown". Karena sejak dulu, anggota keluarga mereka berwarna hitam dan coklat. Meakness juga mempunyai seorang teman bernama Wikarsa. Mereka sangat senang berlari lari mrngitari lapangan bersama sama.
    Pada suatu hari, Meakness dan Wikarsa 9sedang berlari lari dengan senang mengitari lapangan. Tiba tiba wikarsa berhenti. Ia melihat sebuah truk besar sedang diparkir di dekat kandang. "Apa itu?"  tanya Wikarsa penasaran " Itu adalah truk yang sering kemari. Biasanya truk itu membawa salah satu dari kawanan kita tapi mereka tidak pernah kembali." jawab Meakness menjelaskan. Ia melihat satu kuda hitam sedang dipasangi tali dan hendak dibawa ke dalam truk itu. Lalu ia sadar bahwa itu adalah ayahnya. Ia lalu teriak " Ayah... Ayah.. jangan pergi ! " sambil berteriak ia berlari ke arah ayahnya tapi sayangnya ayah tak bisa mendengarnya. Dibelakang ayahnya ia melihat seekor kuda yang berwarna coklat dan hendak dibawa ke truk bersama ayahnya. Ia sadar bahwa itu adalah ayahnya Wikarsa. Wikarsa juga berteriak " Ayah ... Ayah Tidaaakk! " tapi sayangnya ayah Wikarsa juga tidak mendengar teriakan Wikarsa.
    Tiba tiba di belakang mereka ada para peternak yang sudah menyiapkan tali untuk dipasang mereka. Dengan cepat mereka langsung memasang tali dengan pada mereka. Mereka berusah mengelak tapi para peternak itu seudah terlanjur memasang tali pada mereka. Para peternak itupun lalu menuntun mereka ke truk tadi. 
    Di dalam truk mereka dapat bertemu lagi dengan ayah mereka. Mereka senang tetapi juga sedih. 5 menit kemudian truk mulai berjalan. Sekitar 1 jam berlalu mereka akhirnya sampai. Begitu pintu truk itu dibuka mereka langsung tau mereka ada di mana. Mereka berada di stable lokal dimana para kuda dilatih untuk berlari kencang seperti kuda pacu. Mereka lalu dituntun ke kandang mereka. Kandang mereka merupakan kandang sempit yang mempunyai satu ventilasi kecil di pojok atas, dan lintu yang sangant rapuh tetapi tinggi. "Ibu?" tiba tiba Wikarsa melihat sosok yamg mirip dengan ibunya. Setelah dilihat dengan dekat ternyata itu memang ibunya Wikarsa bernama Owen. Satangnya kandang mereka bersebrangan jadi mereka hanya bisa melihat dari celah pintu yang tinggi. "Ibu! Ternyata memang benar ini ibu! " Wikarsa sangat senang dapat bertemu kembali dengan ibunya. Melihat kejadian itu Meakness merasa kangen dengan ibu dan kakak perempuannya.
    Sehari setelah kejadian itu mereka dilatih untuk menjadi kuda pacu. Mereka dipasangi pelana dengan kasar lalu mereka ditunggangi oleh joki yang tidak tahu lemah lembut. Mereka terus dicambuk tidak henti agar dapat berlari sekencang mungkin. Setelah dicambuk mereka diberi makn tetapi hanya sedikit lalu dimasukkan ke kandang yang kecil. Begitu terus setiap harinya. Mereka tidak pernah melihat indahnya cahaya bulan saat malam hari karena mereka tidak memiliki jendela tetapi hanya ventilasi yang kecil. Sisi positif dari tempat ini hanyalah Meakness dan Wikarsa mendapat teman baru yaitu Golden, Commando, Aswatama.
    Setelah 2 bulan disana mereka tidak tahan dengan penyiksaan ini. Mereka ingin kembali ke peternakan mereka. Maka pada suatu malam saat mereka merumput Meakness berkata" Aku sudah tidak tahan dengan semua penyiksaan ini. Aku ingin kabur!" "Caranya ? " tanya Golden " Semalam aku sudah mendiskusikan dengan ayahku. Jadi pada malam hari kita akan menendang pintu kayu kandang kita yang sudah rapuh, lalu kita mengendap ke lapangan rumput sini dan melompati pagar itu lalu ayahku dan ayahnya Wikarsa akan menuntun jalan ke peternakan kita." " bagaimana setuju?" jelas Meakness. "Setujuuu!!"
    Keesokan malamnya mereka menendang pintu kayunya dengan pelan dan pintu itu langsung roboh. Lalu mereka mengendap ke lapangan rumput dan lang sung melompati pagar satu per satu. Tibalah giliran Aswatama, ia sangan takut untuk melompat tapi ia tetap nekat untuk melompat. Dalam hatinya ia berkata " Lindungi aku wahai Hyang Widhi." lalu dengan berani ia melompati pagar dengan lancar. Mereka laliu melanjutkan perjalanan menuju pertenakan. Meakness berkata dengan suara antusias " Kalian pasti akan senang disana! Disana banyak kuda kuda lain yang bisa kita ajak main dan rumput disana sangat segar dan hijau. Hang Jebat dan Dang Shinta juga sangant suka memberi makanan bergizi kepada kita! Jadi kita tidak akan sengsara lagi!" cerita Meakness.
    Setelah 2 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di depan peternakan. " Ibu... kakakk..... kami pulang " sambil berlari Meakness berteriak memanggil ibu dan kakaknya. Ia langsung meloncati pagar dan memeluk ibu dan kakaknya begitupula kakaknya. " Kemarin Sri Sultan Ahmed datang dan berpesan pada para peternak disini untuk tidak melukai kuda kuda disini dan berhenti untuk menjual kuda kuda ini agar tidak disalahgunakan seperti halnya dilatih untuk kuda pacu, begitu katanya."  mendengar kabar itu Meakness, Wikarsa, Aswatama, Commando, dan Golden pun lega mereka tidak akan kembali ke tempat itu lagi. Sudah 2 tahun mereka ada di peternakan ini sepertinya mereka sudah dapat hidup tenang dan bahagia. Mereka juga selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahaesa agar selalu dalam lindungannya.

Comments

  1. Wihh... Bagus (alifiasyifadjajadi.blogspot.com)

    ReplyDelete
  2. Baaaguuussss bangeett!!! Aku suka bangeeett! Menarik

    ReplyDelete
  3. Bagus alur ceritanya keren bet keren

    ReplyDelete

Post a Comment